PresGoNews.com, Jakarta – Gelombang Demo Eropa meluas pada Oktober 2026. Masyarakat di sejumlah negara turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan terhadap biaya hidup yang semakin mahal. Kenaikan harga energi, bahan bakar, dan hunian membuat pengeluaran sehari-hari terasa makin berat, terutama ketika kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi kebutuhan.
Reuters melaporkan pada Selasa (20/10), lonjakan harga bahan bakar ikut memperbesar keresahan masyarakat Eropa. Konflik Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak Februari 2026 turut memengaruhi pasar energi dan menambah tekanan ekonomi di kawasan tersebut.
Baca juga: Demo DPR RI Soroti RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Rampung Desember 2026
Keresahan ini tergambar dari pernyataan Quentin Leviloux, demonstran berusia 21 tahun di Nantes, Prancis. “Why am I here? Well, quite simply, I find the current cost of living truly terrifying,” ujar Quentin Leviloux pada, Selasa (20/10), seperti dikutip Reuters. Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana mahalnya kebutuhan sehari-hari menjadi kekhawatiran nyata bagi sebagian warga.
Tekanan ekonomi juga terlihat dari perkembangan inflasi. Euronews, mengutip estimasi awal Eurostat pada Selasa (20/10), melaporkan inflasi tahunan kawasan euro mencapai 3,8 persen pada September 2026, naik dari 3,2 persen pada Agustus. Harga energi bahkan meningkat 18,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Aksi demonstrasi berlangsung di Prancis, Italia, Portugal, Belgia, dan sejumlah negara lainnya. Di Prancis, demonstrasi turut diwarnai kerusuhan. Sementara itu, warga Italia menyuarakan tuntutan terkait upah, biaya hidup, dan perbaikan layanan publik.
Di Portugal dan Spanyol, mahalnya biaya sewa menjadi salah satu persoalan yang disorot demonstran. Bagi banyak warga, mencari tempat tinggal yang sesuai dengan kemampuan finansial semakin menantang ketika biaya sewa menyerap sebagian besar penghasilan.
Baca juga: Demo Indonesia Bangkrut Menggema di Jakarta, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Akui Kesalahan
Associated Press melaporkan pada, Senin (19/10), bahwa keresahan masyarakat Eropa juga berkaitan dengan persoalan pendidikan, layanan kesehatan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Meluasnya Demo Eropa menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Meski memiliki pemicu yang serupa, setiap negara mempunyai tuntutan berbeda. Rangkaian demonstrasi ini memperlihatkan bahwa persoalan biaya hidup bukan sekadar soal harga barang, tetapi juga menyangkut akses terhadap hunian, pekerjaan, dan layanan publik yang layak.