MBG Direncanakan Akan Sasar Pondok Pesantren di Pulau Jawa Mulai Akhir Oktober 2026

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan setelah rapat koordinasi MBG di Jakarta | Foto: ANTARA

PresGoNews.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal memperluas jangkauan penerima manfaatnya ke pondok pesantren di Pulau Jawa mulai akhir Oktober 2026. Rencana ini menjadi kabar penting bagi dunia pendidikan pesantren, terutama dalam upaya memperluas akses pemenuhan gizi bagi para santri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di pondok pesantren wilayah Jawa diperkirakan dimulai pada pekan keempat Oktober. Pemerintah menargetkan tahap awal tersebut dapat berjalan sekitar 25 Oktober 2026.

Baca juga: BGN Siapkan Market Place Khusus Bahan Baku MBG, Enam Komoditas Jadi Prioritas

“Pulau Jawa akan mulai dilaksanakan akhir Oktober ini, minggu keempat. Jadi diperkirakan tanggal 25,” ujar Zulkifli Hasan pada, Senin (19/10).

Sebelum program berjalan, pendataan santri menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pemerintah meminta pondok pesantren menyampaikan data peserta didik secara langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Cara ini diharapkan membuat proses pendaftaran lebih tertib dan membantu memastikan penerima manfaat tercatat dengan tepat.

“Tidak ada perantara, tidak ada makelar. Langsung data dari pondok langsung BGN,” ujar Zulkifli Hasan pada, Senin (19/10).

Melalui mekanisme tersebut, pondok pesantren dapat berkoordinasi langsung dengan BGN tanpa harus menggunakan pihak ketiga. Data berdasarkan nama dan alamat juga diperlukan untuk mendukung ketepatan penyaluran program MBG.

Perluasan layanan terus berjalan

Selain menyasar pondok pesantren di Pulau Jawa, pemerintah juga mendorong perluasan layanan MBG melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas ini berperan dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat sesuai dengan ketentuan program.

Perluasan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan.

Baca juga: Sudaryono Tancap Gas Benahi Badan Gizi Nasional, Tata Kelola MBG Jadi Prioritas

Rencana perluasan MBG ke pondok pesantren di Pulau Jawa membuka peluang bagi semakin banyak santri untuk memperoleh akses makanan bergizi. Meski begitu, jadwal pelaksanaan di setiap pesantren masih perlu dipastikan melalui perkembangan resmi dari pemerintah dan BGN.

Dengan pendataan yang tepat serta kesiapan fasilitas pelayanan, perluasan program ini diharapkan berjalan lebih terarah dan menjangkau santri sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Berita Seimbang, Wawasan Global!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga