PresGoNews.com, Jakarta – Keracunan MBG di Sidoarjo langsung mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN). Insiden ini membuat BGN bergerak cepat dengan melakukan investigasi, menghentikan sementara operasional dapur yang terkait, hingga mengambil langkah pencopotan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus Keracunan MBG ini menjadi sorotan karena program Makan Bergizi Gratis seharusnya memberikan manfaat bagi para penerima. Karena itu, ketika muncul insiden yang berdampak pada kesehatan sejumlah penerima manfaat, BGN langsung melakukan evaluasi terhadap sistem penyediaan dan distribusi makanan.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Dibebenahi, Pengawasan dan Kualitas Jadi Fokus Utama
Dalam siaran pers resmi BGN, Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan terburu-buru. Investigasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab keracunan benar-benar diketahui berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait. Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujar Ketut pada, Rabu (2/9).

BGN juga langsung memberikan sanksi terhadap SPPG Talangangin, Kalitengah, Sidoarjo. Operasional SPPG tersebut disuspend selama 30 hari sebagai bagian dari langkah evaluasi. Selama periode itu, pihak terkait akan menjalani pemeriksaan dan peninjauan terhadap sistem pengelolaan makanan.
Tak berhenti sampai di situ, BGN juga mengambil langkah terhadap pimpinan SPPG. Kepala SPPG di lokasi tersebut diusulkan untuk dicopot dan digantikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden Keracunan MBG yang terjadi.
“Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian,” ujar Ketut pada, Rabu (2/9).
Di tengah proses investigasi, BGN menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah kondisi kesehatan para penerima manfaat yang terdampak. Penanganan terhadap korban menjadi prioritas sebelum proses evaluasi dan investigasi dilanjutkan hingga tuntas.
Baca juga: Sudaryono Tancap Gas Benahi Badan Gizi Nasional, Tata Kelola MBG Jadi Prioritas
“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” pungkas Ketut pada, Rabu (2/9).
Hingga saat ini, penyebab pasti Keracunan MBG di Sidoarjo masih menunggu hasil investigasi resmi. Namun, langkah cepat berupa investigasi, suspend operasional, hingga pergantian pimpinan menunjukkan BGN ingin memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.