PresGoNews.com – Nama Nanik S. Deyang sedang banyak diperbincangkan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada Selasa (2/6). Penunjukan ini menjadi perhatian publik karena Nanik bukan berasal dari latar belakang kesehatan atau gizi, melainkan dari dunia jurnalistik dan komunikasi yang telah ia geluti selama puluhan tahun.
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya dimulai sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit, salah satu media yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Berbekal pengalaman panjang di industri media, Nanik dikenal sebagai sosok yang terbiasa menangani isu sosial, politik, ekonomi, hingga pembangunan nasional.
Baca juga: Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Nanik S. Deyang Gantikan Dadan Hindayana Usai Evaluasi MBG
Tak hanya menjadi wartawan, Nanik juga pernah memimpin sejumlah perusahaan media yang tergabung dalam Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman tersebut membuatnya memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang kuat, dua hal yang sangat dibutuhkan dalam mengelola lembaga publik berskala nasional.
Perjalanan karier Nanik kemudian berkembang ke dunia politik dan pemerintahan. Namanya mulai dikenal luas saat menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden 2019. Dari sana, kiprahnya semakin dekat dengan berbagai program strategis pemerintah.

Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik lebih dulu menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam mengawal berbagai program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Setelah itu, pada September 2025, ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Posisi di BGN menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Selama menjabat sebagai wakil kepala, Nanik aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo. Ia beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memastikan dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Dibebenahi, Pengawasan dan Kualitas Jadi Fokus Utama
Kemampuannya dalam pengawasan, komunikasi publik, serta koordinasi lintas sektor menjadi salah satu alasan yang dinilai memperkuat kepercayaan pemerintah terhadap dirinya. Nanik juga dikenal tegas dalam mengevaluasi pelaksanaan program dan mendorong perbaikan ketika ditemukan kendala di lapangan.
Dengan kombinasi pengalaman di dunia media, politik, pengentasan kemiskinan, dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Nanik dianggap memiliki bekal yang cukup untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Kini, tantangan besar menantinya, terutama dalam memastikan program MBG dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah Indonesia.