PresGonews.com, Jakarta – Kabar terbaru dari Elon Musk kembali bikin dunia teknologi ramai. Ia resmi memperkenalkan aplikasi pesan instan bernama XChat yang dikembangkan oleh platform X, dan dijadwalkan rilis pada Jumat (17/4). Peluncuran ini jadi langkah serius Musk untuk masuk ke persaingan aplikasi chat yang selama ini didominasi WhatsApp.
Baca juga: Google Rilis Gemma 4, AI Open Source yang Bisa Jalan Offline dan Makin Dekat ke Developer
Awalnya, XChat cuma dirancang sebagai pengembangan fitur direct message di X. Tapi seiring waktu, proyek ini berkembang jadi aplikasi terpisah yang lebih fokus ke komunikasi privat. Perubahan arah ini menunjukkan kalau Musk nggak main-main, karena XChat disiapkan sebagai bagian dari visi besar “everything app” yang menggabungkan banyak layanan dalam satu platform.
Dari sisi fitur, XChat hadir dengan konsep yang cukup menarik dan terasa modern. Aplikasi ini mengusung sistem enkripsi end-to-end untuk menjaga keamanan percakapan pengguna. Bahkan Musk sempat menegaskan langsung soal fitur ini, dengan menyebut,
“encryption… vanishing messages… audio/video calling,” ujar Musk pada Minggu (1/6). Pernyataan ini menegaskan bahwa XChat nggak cuma fokus ke chat biasa, tapi juga pengalaman komunikasi yang lebih lengkap.
Selain itu, XChat juga menawarkan panggilan suara dan video, pengiriman berbagai jenis file, serta fitur pesan yang bisa hilang otomatis. Yang bikin beda, pengguna nggak perlu nomor telepon untuk daftar. Cukup pakai akun X, dan kamu sudah bisa terhubung dengan pengguna lain. Konsep ini terasa lebih fleksibel dan mengikuti tren digital yang makin mengarah ke identitas berbasis akun, bukan nomor.

Dari laman resminya, X juga menekankan sisi privasi sebagai nilai jual utama. Mereka menyatakan, “tidak akan menampilkan iklan maupun pelacak aktivitas pengguna,
” seperti tertulis pada deskripsi aplikasi di App Store, Senin (13/4). Ini jadi poin penting, apalagi di tengah kekhawatiran pengguna soal keamanan data.
Baca juga: Iran Bidik Teknologi Barat, Starlink Ikut Terseret di Tengah Konflik yang Memanas
Kalau dilihat secara keseluruhan, alasan XChat disebut sebagai pesaing WhatsApp cukup jelas. Fitur-fiturnya mirip, mulai dari chat, voice call, sampai video call, tapi dengan tambahan pendekatan yang lebih fokus ke privasi dan tanpa ketergantungan nomor telepon. Ditambah lagi, integrasinya dengan ekosistem X bisa jadi nilai plus yang nggak dimiliki kompetitor.
Meski begitu, jalan XChat masih panjang. WhatsApp sudah punya basis pengguna yang sangat besar di seluruh dunia. Tapi dengan gaya khas Musk yang penuh gebrakan, bukan hal mustahil XChat pelan-pelan bisa mencuri perhatian dan jadi alternatif baru buat pengguna yang cari pengalaman chatting yang lebih aman dan fleksibel.