Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI, Awal Baru Perangkat Wearable?

PresGoNews.com, Jakarta – Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) belakangan ini terasa semakin cepat dan makin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setelah smartphone dan smartwatch jadi perangkat yang hampir selalu ada di tangan atau di pergelangan kita, industri teknologi kini mulai melirik bentuk perangkat lain yang lebih praktis dan terasa “menyatu” dengan aktivitas manusia. Salah satu yang sedang ramai dibicarakan adalah kacamata pintar berbasis AI yang kabarnya tengah disiapkan oleh perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics.

Baca juga: LeBron James Pecahkan Rekor Field Goal NBA, Bukti Konsistensi Sang Raja di Usia 40 Tahun

Kabar ini muncul dari berbagai laporan industri yang menyebutkan bahwa Samsung sedang mengembangkan perangkat wearable baru yang bisa menghadirkan pengalaman teknologi yang lebih intuitif. Kalau selama ini kita harus membuka ponsel untuk mencari informasi, ke depan mungkin cukup melihat melalui kacamata saja. Teknologi di dalamnya diperkirakan akan memanfaatkan pengenalan suara, analisis visual, hingga integrasi dengan asisten digital berbasis AI yang bisa membantu pengguna secara langsung.

Ide ini tentu bukan sekadar eksperimen teknologi biasa. Samsung tampaknya ingin menghadirkan cara baru manusia berinteraksi dengan dunia digital—cara yang lebih praktis, cepat, dan terasa natural.

Kacamata Pintar Samsung AI

Bagian dari Strategi XR Samsung

Rencana pengembangan kacamata pintar ini sebenarnya sudah sempat disinggung langsung oleh Samsung melalui situs resminya. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di Samsung Newsroom pada Selasa (1/7), perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa mereka sedang mengembangkan berbagai jenis perangkat dalam ekosistem extended reality (XR).

Dalam pernyataan tersebut Samsung menuliskan, “As part of its broader XR roadmap, Samsung is developing multiple form factors, including AI glasses.”

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa kacamata berbasis AI memang menjadi bagian dari rencana jangka panjang Samsung dalam mengembangkan pengalaman komputasi yang lebih imersif. XR sendiri merupakan konsep teknologi yang menggabungkan beberapa bentuk realitas digital seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan mixed reality. Melalui teknologi ini, informasi digital bisa muncul langsung di lingkungan nyata yang dilihat pengguna.

Dengan kata lain, teknologi tersebut membuat batas antara dunia fisik dan dunia digital terasa semakin tipis.

Potensi Kolaborasi dengan Google

Menariknya lagi, pengembangan perangkat ini juga disebut melibatkan kerja sama dengan perusahaan teknologi lain, termasuk Google. Kolaborasi tersebut diperkirakan akan memanfaatkan sistem operasi Android serta teknologi AI milik Google untuk mendukung berbagai fitur di dalam perangkat.

Kalau semua teknologi itu benar-benar diterapkan, kacamata pintar ini bisa menghadirkan banyak fungsi yang terasa futuristik tapi juga praktis. Bayangkan saja ketika berjalan di kota baru, navigasi bisa langsung muncul di bidang pandang kita tanpa harus melihat ponsel. Atau ketika membaca tulisan dalam bahasa asing, kacamata tersebut bisa menerjemahkannya secara real-time. Bahkan informasi tentang objek yang kita lihat juga bisa muncul secara otomatis.

Pendekatan ini terasa berbeda dibandingkan perangkat XR sebelumnya yang biasanya berbentuk headset besar dan lebih sering dipakai untuk hiburan atau eksperimen teknologi.

Persaingan Perangkat Komputasi Masa Depan

Langkah Samsung ini juga menunjukkan bahwa persaingan di dunia perangkat realitas campuran semakin panas. Beberapa perusahaan teknologi besar sudah lebih dulu masuk ke ranah ini. Apple, misalnya, memperkenalkan headset mixed reality bernama Apple Vision Pro, sementara Meta Platforms terus mengembangkan teknologi realitas virtual dan kacamata pintar melalui berbagai proyeknya.

Namun banyak analis teknologi menilai bahwa kacamata pintar yang ringan dan nyaman dipakai sehari-hari justru punya peluang lebih besar untuk diterima masyarakat luas. Perangkat yang terlihat seperti kacamata biasa tentu terasa lebih natural dibandingkan headset besar yang masih terasa seperti gadget eksperimen.

Baca juga: One Piece Live Action Season 2 Siap Berlayar: Petualangan Topi Jerami Menuju Grand Line Semakin Dekat

Kalau teknologi ini benar-benar hadir di pasaran dalam beberapa tahun ke depan, cara manusia mengakses informasi bisa berubah cukup drastis. Alih-alih membuka smartphone, informasi mungkin akan muncul langsung di depan mata melalui layar kecil yang terintegrasi di dalam kacamata.

Perubahan ini tentu memunculkan pertanyaan menarik. Apakah kacamata pintar akan menjadi perangkat komputasi berikutnya setelah smartphone? Atau justru hanya menjadi pelengkap yang membuat pengalaman digital semakin praktis?

Jawabannya mungkin masih butuh waktu. Namun satu hal yang jelas, langkah Samsung mengembangkan kacamata pintar berbasis AI menunjukkan bahwa masa depan perangkat wearable masih terus bergerak maju dan mungkin saja lebih dekat dari yang kita bayangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga