PresGoNews.com, Depok – SD Prestasi Global menyelenggarakan PresGo Culture Week 2026 pada 13–15 Oktober 2026 di Dome Al-Farabi. Mengusung tema “Jejak Budaya Jawa, Pesona Batik Nusantara”, kegiatan ini mengajak siswa mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Indonesia melalui pembelajaran yang interaktif. Selain itu, SD Prestasi Global merupakan Modern Islamic School dan Sekolah Digital Kreatif.
Baca juga: PresGo Edutrip “Explore, Learn and Have Fun” Ajak Anak Belajar Seru Lewat Pengalaman Langsung
Selama tiga hari, setiap fase menjelajahi budaya daerah melalui tari, dongeng, lomba, dan praktik membatik. Pada hari pertama, Selasa, 13 Oktober, siswa Fase A kelas 1 dan 2 mengenal budaya Jawa Barat. Selanjutnya, pada Rabu, 14 Oktober, siswa Fase B kelas 3 dan 4 mengeksplorasi budaya Jawa Tengah.
Sementara itu, pada Kamis, 15 Oktober, siswa Fase C kelas 5 dan 6 mengenal budaya Jawa Timur. Di setiap fase, siswa menikmati pertunjukan tari daerah, penampilan guru, serta dongeng bersama Kak Ulil atau Kak Lea. Selain itu, mereka mengikuti berbagai lomba, seperti fashion show, menyanyi lagu daerah, dan cerdas cermat budaya Jawa.
Ibu Yusi, selaku penanggung jawab kegiatan, menyatakan bahwa PresGo Culture Week menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal tradisi Nusantara, tetapi juga melatih kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berekspresi.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SD Prestasi Global, Bapak Mustopa, S.Pd.I., menyampaikan harapannya. “Kami berharap melalui PresGo Culture Week, siswa semakin mencintai budaya Indonesia, bangga terhadap warisan leluhur, dan mampu menghargai keberagaman,” ungkapnya.
Baca juga: PresGo Psychology Center Bekali Siswa Prestasi Global Hadapi Masa Pubertas melalui “Level Up: Me!”
Dari panggung tari hingga meja membatik, setiap fase menghasilkan karya masing-masing. Siswa Fase A membuat dompet bermotif kawung, sedangkan siswa Fase B membuat tempat pensil bermotif batik Madura. Sementara itu, siswa Fase C menghias tote bag dengan motif batik simbut. Melalui canting, kuas, dan cat air, siswa merasakan secara langsung bahwa belajar budaya bisa terasa dekat, seru, dan penuh warna.