Krisis BBM Makassar Mulai Mereda, Antrean Panjang Bikin Aktivitas Warga Terganggu

Antrian panjang SPBU disebabkan oleh krisis BBM di Makassar | Foto: ANTARA

PresGoNews.com, Makassar – Krisis BBM di Makassar beberapa hari terakhir membuat warga harus menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU. Kendaraan mengular sejak pagi, bahkan sebagian pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.

Kondisi ini bukan semata karena stok BBM habis. Pertamina menyebut tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang membuat pelayanan di sejumlah SPBU ikut tertekan. Peralihan masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah adanya perubahan harga juga ikut meningkatkan antrean.

Baca juga: Rencana Wajib Bawa STNK saat Pengisian BBM Mulai 15 September Dibatalkan

Selain itu, pemerintah menyoroti dugaan pelangsiran dan penyalahgunaan BBM subsidi. Penggunaan kendaraan dengan tangki modifikasi hingga pembelian BBM dalam jumlah tidak wajar menjadi perhatian karena dapat mengurangi kesempatan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhannya.

Antrean mulai berangsur normal

Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kemudian melakukan sejumlah langkah untuk mengurai antrean. Penambahan pasokan, operator, nozzle, serta penguatan pelayanan di SPBU dilakukan agar distribusi BBM kembali lancar.

Dalam keterangan resminya pada, Minggu (13/9), Pertamina Patra Niaga menyatakan, “Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar secara bertahap mulai melandai.”

Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah menerapkan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM subsidi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan sekaligus membuat penyaluran BBM lebih terkontrol.

Baca juga: Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Meluas, BMKG Soroti Sejumlah Wilayah hingga 20 September

Meski mulai mereda, Krisis BBM tetap memberikan dampak kepada masyarakat. Antrean panjang membuat waktu warga tersita, mengganggu lalu lintas, serta berpotensi menekan aktivitas ekonomi, terutama bagi pekerja yang bergantung pada kendaraan seperti pengemudi transportasi daring dan pelaku usaha logistik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan BBM bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga bagaimana distribusi dan konsumsi di lapangan dapat berjalan seimbang agar masyarakat tetap mendapatkan akses BBM tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.

Berita Seimbang, Wawasan Global!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga