PresGoNews.com, Jakarta – Karhutla di Indonesia kembali menjadi sorotan kawasan Asia Tenggara. Bukan cuma berdampak di dalam negeri, asap dari kebakaran hutan dan lahan kini dilaporkan sudah melintasi perbatasan dan memengaruhi sejumlah negara tetangga, mulai dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Filipina.
Situasi paling serius terjadi di Sarawak, Malaysia. Kabut asap yang memburuk membuat kualitas udara di sejumlah wilayah masuk kategori berbahaya. Distrik Serian bahkan sempat menetapkan status darurat setelah indeks pencemaran udara melonjak ke level yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Kebakaran Kalimantan Meluas, Pemerintah Perkuat Pemadaman Darat dan Udara
Kondisi tersebut kemudian mulai membaik. Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan status darurat di Serian dicabut setelah kualitas udara turun dari kategori berbahaya. Namun, ancaman dari kabut asap belum sepenuhnya selesai karena risiko terhadap kesehatan masih menjadi perhatian.
Di tengah kondisi itu, persoalan karhutla Indonesia kini tidak lagi hanya dipandang sebagai masalah domestik. Asap yang bergerak mengikuti arah angin membuat dampaknya terasa hingga negara lain dan mendorong kerja sama lintas negara.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan pemerintah terus berkoordinasi dengan negara-negara Asia Tenggara dalam menangani persoalan ini. Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan Indonesia mengedepankan kerja sama regional dalam menghadapi masalah lingkungan yang berdampak lintas batas.
“Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap,” ujar Vahd Nabyl pada, Sabtu (5/9).

Penanganan karhutla juga dilakukan melalui mekanisme ASEAN. Sekretariat ASEAN telah meningkatkan status kesiagaan kawasan terkait kabut asap dan meminta negara-negara anggota terus menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran.
Baca juga: Tim Medis Siaga 24 Jam, Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Ganggu Warga
Sementara itu, ASEAN Specialised Meteorological Centre atau ASMC dalam pembaruan pada, Senin (7/9), mencatat kabut asap sedang hingga pekat masih terpantau di sejumlah wilayah. Risiko kabut asap lintas batas pun masih menjadi perhatian, terutama karena kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung di beberapa kawasan.
Masalah karhutla kali ini menjadi pengingat bahwa ketika api dan asap sudah melewati batas negara, penanganannya juga tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Indonesia dan negara-negara ASEAN kini dituntut bergerak lebih cepat, bukan hanya saat asap sudah menyebar, tetapi sejak titik api mulai muncul.