PresGoNews.com – Ketika Ramadan mulai memasuki sepuluh hari terakhir, suasana ibadah biasanya terasa berubah. Banyak masjid menjadi lebih hidup di malam hari, salat malam berlangsung lebih panjang, dan lantunan ayat Al-Qur’an semakin sering terdengar. Ada semacam energi spiritual yang berbeda, seolah banyak orang sedang mengejar sesuatu yang sangat berharga. Di momen inilah umat Muslim mulai berburu satu malam yang sering disebut sebagai malam paling istimewa dalam kalender Islam: Lailatul Qadar.
Baca juga: Niat Zakat Fitrah dan Waktu Pelaksanaannya: Kapan Sebaiknya Ditunaikan?
Lailatul Qadar sering dijuluki sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Qadr ayat 1–3, dijelaskan bahwa pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Nilai ibadah pada malam tersebut disebut jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan, atau sekitar 83 tahun. Bayangkan saja, satu malam yang pahalanya seperti menjalani puluhan tahun ibadah. Tidak heran kalau banyak orang merasa sepuluh malam terakhir Ramadan seperti momen “golden time” untuk memperbanyak amal.

Menariknya, Al-Qur’an tidak menyebutkan secara spesifik kapan tanggal pasti Lailatul Qadar terjadi. Justru di situlah letak misterinya. Dalam tradisi Islam, malam ini diyakini hadir di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim pernah bersabda agar umatnya mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Jika melihat perkiraan kalender Hijriah untuk Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan tahun 2026, sepuluh malam terakhir Ramadan diperkirakan berlangsung antara 8 hingga 18 Maret 2026. Artinya, malam-malam yang sering dianggap memiliki peluang besar sebagai Lailatul Qadar berada di rentang tersebut.
– Malam 21 Ramadan: malam 8–9 Maret 2026
– Malam 23 Ramadan: malam 10–11 Maret 2026
– Malam 25 Ramadan: malam 12–13 Maret 2026
– Malam 27 Ramadan: malam 14–15 Maret 2026
– Malam 29 Ramadan: malam 16–17 Maret 2026
Malam 27 Ramadan Sering Dianggap Kandidat Paling Kuat. Bagi banyak orang, rentang tanggal ini menjadi waktu yang sangat spesial untuk memperbanyak ibadah malam.
Di antara berbagai kemungkinan tersebut, malam ke-27 Ramadan sering dianggap sebagai kandidat paling kuat dalam banyak tradisi Muslim di berbagai negara. Pada tahun 2026, malam ini diperkirakan jatuh pada malam 15 Maret setelah waktu Maghrib. Meski begitu, para ulama selalu mengingatkan bahwa tidak ada kepastian mutlak tentang tanggal Lailatul Qadar. Justru karena tidak diketahui secara pasti, umat Muslim didorong untuk menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadan, bukan hanya fokus pada satu malam saja.
Beberapa hadis juga menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan Lailatul Qadar. Salah satunya diriwayatkan dalam hadis Muslim yang menyebut bahwa pada pagi hari setelah malam tersebut, matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak terlalu menyilaukan. Namun menariknya, tanda-tanda seperti ini biasanya baru disadari setelah malam itu lewat. Artinya, ketika malam tersebut sedang berlangsung, tidak ada cara pasti untuk mengetahui bahwa itu adalah Lailatul Qadar.
Baca juga: Sidang Isbat Ditentukan 19 Maret 2026, Umat Islam Bersiap Menyambut Lebaran
Bagi banyak keluarga Muslim, sepuluh malam terakhir Ramadan bukan sekadar soal mencari satu malam yang istimewa. Lebih dari itu, momen ini sering menjadi waktu yang hangat untuk memperkuat kebiasaan ibadah bersama di rumah. Orang tua mengajak anak-anak ikut salat malam, membaca Al-Qur’an bersama, atau berbincang tentang makna Ramadan dan Lailatul Qadar. Dari kebiasaan sederhana seperti ini, nilai-nilai spiritual bisa tumbuh secara alami dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada akhirnya, misteri waktu Lailatul Qadar sebenarnya membawa pesan yang cukup dalam. Karena waktunya tidak pernah disebutkan secara pasti, umat Muslim diajak untuk tidak hanya menunggu satu malam tertentu saja. Justru setiap malam di akhir Ramadan bisa menjadi kesempatan besar untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan begitu, fokusnya bukan sekadar menemukan malam terbaik, tetapi berusaha menjadikan setiap malam sebagai momen terbaik untuk beribadah