PresGoNews.com – Disney Entertainment membuat langkah menarik di industri streaming dengan membawa sejumlah film dan serialnya ke Netflix. Kesepakatan lisensi yang diumumkan pada Oktober 2026 ini mencakup berbagai judul populer, mulai dari waralaba animasi Ice Age, serial fantasi Percy Jackson and the Olympians, hingga drama kriminal Will Trent.
Langkah ini cukup menarik karena Disney dan Netflix selama ini dikenal sebagai dua pemain besar yang bersaing dalam industri layanan streaming. Namun, persaingan tersebut ternyata tidak menutup peluang bagi keduanya untuk bekerja sama. Melalui kesepakatan ini, sejumlah konten milik Disney bisa menjangkau lebih banyak penonton melalui platform yang sudah memiliki basis pelanggan besar.
Menurut laporan Reuters pada 2 Oktober 2026, kerja sama tersebut juga mencakup sejumlah film Disney dan Pixar yang direncanakan hadir di Netflix pada 2027. Meski begitu, kesepakatan ini bukan berarti seluruh katalog Disney akan berpindah ke Netflix. Kedua platform tetap memiliki layanan dan konten masing-masing.
Baca juga: The Batman Part II Dikabarkan Jeda Produksi, Steven Soderbergh Turun Tangan Bantu Matt Reeves
Salah satu kabar yang menarik perhatian penggemar film animasi adalah kehadiran lima film Ice Age di Netflix mulai 4 Oktober 2026. Kelima film tersebut meliputi Ice Age (2002), Ice Age: The Meltdown (2006), Ice Age: Dawn of the Dinosaurs (2009), Ice Age: Continental Drift (2012), dan Ice Age: Collision Course (2016).
Film-film ini dijadwalkan hadir dengan periode lisensi selama tiga bulan. Artinya, penonton memiliki kesempatan untuk kembali menikmati petualangan Manny, Sid, Diego, dan kawan-kawan melalui Netflix selama periode tersebut.
Kehadiran koleksi Ice Age juga menarik karena film terbarunya, Ice Age: Boiling Point, dijadwalkan tayang di bioskop pada Februari 2027. Dengan begitu, penonton bisa kembali mengikuti petualangan para karakter sebelum menyambut cerita terbaru mereka.
Selain Ice Age, serial Percy Jackson and the Olympians juga menjadi bagian dari kesepakatan. Dua musim pertamanya dijadwalkan tersedia di Netflix mulai 4 Oktober 2026 dengan masa lisensi tiga bulan.
Penayangan ini punya momentum tersendiri karena musim ketiga serial tersebut dijadwalkan hadir di Disney+ pada 20 November 2026. Kehadiran dua musim sebelumnya di Netflix bisa menjadi kesempatan bagi penonton baru untuk mengenal perjalanan Percy Jackson sebelum mengikuti kelanjutan ceritanya.

Bukan hanya film animasi dan serial fantasi, Netflix juga mendapatkan sejumlah serial televisi dari Disney Entertainment. Salah satunya adalah Felicity, drama yang memiliki empat musim dan dibintangi Keri Russell. Serial ini dijadwalkan hadir di Netflix Amerika Serikat pada 7 Oktober 2026.
Ada pula Will Trent, serial drama kriminal yang mengikuti perjalanan seorang agen khusus dalam menangani berbagai kasus. Empat musim pertamanya dijadwalkan masuk Netflix mulai 3 November 2026. Kehadirannya menambah pilihan bagi penonton yang menyukai cerita investigasi dengan konflik dan misteri di setiap kasus.
Sementara itu, serial komedi Shifting Gears dijadwalkan tersedia di Netflix Amerika Serikat mulai 1 Desember 2026, kemudian menyusul di pasar internasional pada Januari 2027.
Serial Tracker juga masuk dalam daftar konten yang dilisensikan. Tiga musim pertamanya dijadwalkan hadir di Netflix untuk pasar internasional di luar Amerika Serikat mulai 26 Februari 2027.
Selain judul-judul tersebut, beberapa serial lain seperti Revenge, Army Wives, Fresh Off the Boat, dan This Is Us turut disebut dalam laporan mengenai kesepakatan ini. Namun, jadwal penayangan setiap judul bisa berbeda sesuai wilayah dan ketentuan lisensinya.

Kesepakatan Disney Entertainment dan Netflix juga mencakup sejumlah film animasi yang direncanakan hadir pada 2027. Beberapa di antaranya adalah Soul, Elio, dan Raya and the Last Dragon.
Ketiga film ini menawarkan cerita yang berbeda. Soul mengajak penonton mengikuti perjalanan seorang guru musik yang mulai mempertanyakan makna kehidupan. Sementara itu, Elio membawa penonton ke petualangan fiksi ilmiah tentang seorang anak yang terhubung dengan peradaban antargalaksi.
Di sisi lain, Raya and the Last Dragon menyuguhkan petualangan Raya dalam upayanya menyatukan kembali wilayah Kumandra. Film ini juga menarik perhatian karena mengambil inspirasi dari beragam budaya Asia Tenggara.
Masuknya film-film tersebut bisa menjadi tambahan pilihan bagi penonton yang mencari tontonan animasi untuk dinikmati bersama keluarga. Meski demikian, tanggal penayangan dan ketersediaannya tetap bergantung pada wilayah distribusi masing-masing.

Keputusan Disney Entertainment melisensikan film dan serialnya kepada Netflix memperlihatkan bahwa persaingan streaming tidak selalu harus berujung pada saling menutup akses konten. Dalam kondisi tertentu, kerja sama justru bisa memberikan keuntungan bagi kedua perusahaan.
Bagi Disney, lisensi menjadi salah satu cara untuk memperoleh pendapatan tambahan sekaligus memperluas jangkauan film dan serialnya. Konten yang tersedia di platform lain berpeluang menjangkau penonton yang belum berlangganan Disney+.
Sementara itu, Netflix mendapatkan tambahan tayangan populer tanpa harus memproduksi seluruh konten tersebut sendiri. Kehadiran judul yang sudah memiliki basis penggemar juga bisa menjadi daya tarik bagi pengguna yang sedang mencari tontonan baru.
Pemilihan jadwal tayang beberapa judul pun terlihat memiliki nilai promosi. Film-film Ice Age hadir menjelang rencana perilisan film terbarunya, sedangkan dua musim awal Percy Jackson and the Olympians tersedia sebelum musim ketiganya tayang di Disney+. Strategi ini membuka peluang bagi penonton untuk mengikuti kembali cerita lama sekaligus menantikan kelanjutannya.
Baca juga: Netflix Hadirkan Film dan Serial Besar Oktober 2026, dari Animals hingga The Diplomat
Meski sejumlah film dan serialnya hadir di Netflix, Disney Entertainment tidak serta-merta meninggalkan Disney+. Konten yang dilisensikan tetap dapat tersedia di Disney+ atau Hulu sesuai ketentuan hak distribusi yang berlaku.
Dengan demikian, Netflix menjadi saluran tambahan untuk menjangkau penonton, bukan pengganti layanan streaming milik Disney. Namun, pelanggan tetap perlu memperhatikan periode lisensi karena tidak semua judul akan tersedia dalam jangka waktu yang sama.
Bagi penikmat film dan serial, kesepakatan ini tentu membuka lebih banyak pilihan tontonan. Meski begitu, jadwal yang diumumkan secara global tidak otomatis menjamin seluruh judul tersedia di Netflix Indonesia pada tanggal yang sama. Penonton sebaiknya memeriksa katalog lokal untuk memastikan ketersediaannya.
Pada akhirnya, langkah Disney Entertainment ini menunjukkan bahwa strategi distribusi hiburan terus berkembang. Di tengah persaingan layanan streaming, melisensikan konten kepada platform lain bisa menjadi cara untuk memperluas audiens sekaligus memaksimalkan nilai dari film dan serial yang sudah dimiliki.